Ini Kebiasaan Crazy Rich Surabayan yang Bikin Geleng Kepala

Ini Kebiasaan Crazy Rich Surabayan yang Bikin Geleng Kepala

Cerita mengenai orang-orang berjulukan Crazy Rich Surabayan atau keturunan orang kaya dari Surabaya selalu menarik bagi khalayak. Kegiatan mereka satu per satu terkuak lantaran viralnya informasi lewat media sosial. Baru-baru ini, pernikahan Amanda Winarko (anak dari keluarga besar Sampoerna) dan Kevin Sebastian viral karena dirayakan secara besar-besaran di Monako. Di momen sakral itu, bahkan turut hadir penyanyi Internasional Michael Buble yang menyumbangkan suara indahnya untuk para tamu yang hadir. Selain itu, souvenir yang disiapkan di acara itu adalah dompet dari merk ternama Perancis.

Kisah Crazy Rich Surabayan sudah beberapa kali viral. Mulanya, sebuah utas di Twitter dari seorang mantan guru yang mengajar di sekolah mahal di Surabaya membagikan pengalamannya dahulu. Dari akun @btari_durga itu, dia menyebutkan bahwa para ibu di sekolah itu begitu royal untuk urusan uang.

Misalnya, seorang ibu yang berniat meneraktir Btari kopi dari brand kedai kopi asal Amerika tidak hanya membelikan satu cangkir saja. Tapi ia justru membawa satu booth lengkap yang dibuka di sekolah. Cerita berlanjut dengan pesta pernikahan Jusup dan Clarissa yang digelar super mewah di Bali pada tahun 2018, kemudian yang terbaru adalah berita perayaan ulang tahun ke-17 dari Jennifer Winarta pada Mei 2019.

Untuk kisah viral pernikahan Amanda-Kevin, semua perayaan itu jelas sah-sah saja. Mengingat kekayaan keluarga Sampoerna begitu banyak. Mereka adalah salah satu konglomerat di Indonesia. Sehingga wajar jika untuk sekali perayaan sebuah momen, mereka tak tanggung-tanggung merogoh kocek yang dalam. Tapi, apakah anda tahu jika ada sederet kebiasaan Crazy Rich Surabayan lain yang bikin kita semakin geleng-geleng kepala karena melibatkan pemakaian uang yang tak sedikit? Ini dia infonya!

Rela Boros Demi Momen Sekali Seumur Hidup

Bagi para Crazy Rich Surabayan, perayaan suatu momen memang layak untuk digelar besar-besaran. Sebab, waktu tak bisa diulang. Dalam sebuah wawancara dengan sebuah acara di stasiun TV, Jennifer Winarta memberi alasan soal pesta ultahnya yang dibilang terlalu meriah. Menurutnya, umur ke-17 adalah titik dimana seorang remaja masuk ke kategori dewasa, momen ini tentu tidak akan terulang. Dan dirinya merasa pesta itu masih terbilang wajar bahkan biasa saja. Begitu juga dengan pesta pernikahan yang selalu didambakan semua pasangan bahwa itu adalah pernikahan sekali seumur hidup. Sehingga harus berkesan bagi siapa saja yang terlibat di dalamnya.

Sebagai info, pesta ultah Jennifer Winarta sebelumnya viral karena tersebarnya sebuah video dimana Jennifer mengendarai mobil mewah dan mengundang siapapun yang melihat video itu untuk hadir di pestanya. Pesta itu pun dihadiri sederet artis seperti Al Ghazali, Maia Estianty, dan Mike Lewis. Sementara pernikahan Jusup-Clarissa sebelumnya dijalani lewat serangkaian acara lamaran, acara adat sebelum pernikahan, dan foto pre-wedding di Eropa, kemudian pernikahan mewah di Bali.

Selalu Ingin Bahagiakan Rekan Dekat

Tidak hanya memuaskan hasrat dan impian soal perayaan secara pribadi, para Crazy Rich Surabayan juga selalu ingin membahagiakan rekan terdekatnya. Seluruh teman, keluarga, dan relasi kerja yang hadir di acaranya akan dijamu sebaik mungkin. Dalam pernikahan Amanda-Kevin, mereka menggunakan jasa wedding organizer yang menangani acara pernikahan Pangeran William yang bertarif sekitar Rp 1,2 miliar. Para tamu juga mendapat akomodasi dan makan malam dengan pemandangan indah kota Monte, Monako.

(Baca juga: Ini 7 Yayasan Milik Crazy Rich Indonesia)

Totalitas Saat Berikan Apresiasi

Selain soal pesta mewah, beberapa Crazy Rich Surabayan juga ada yang tak segan memberi hadiah untuk relasi atau bahkan orang asing. Saat momen Asian Games 2018 di Indonesia, beberapa ibu-ibu terlihat mengajak para atlet badminton Indonesia ke outlet sebuah tas merk Perancis untuk berbelanja. Untuk satu barang merk itu, harganya dimulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Tetap Rendah Hati

Meskipun memiliki image royal atau bahkan kerap menghambur-hamburkan uangnya, Crazy Rich Surabayan tetap low profile. Saat tidak berada dalam acara formal, mereka menjalankan aktifitas sehari-harinya dengan nampak sederhana. Tidak berlebihan, seperti warga biasa lainnya. Mereka pun tetap berbicara dengan aksen dan bahasa Surabaya. Buat para old money, tidak ada alasan untuk sombong tanpa kerja keras.

Selain cerita di atas, kamu juga bisa tahu soal sosok Crazy Rich Surabayan lewat artikel berikut:
https://www.cekaja.com/info/ini-sosok-crazy-rich-surabayan-yang-sebenarnya/

Tinggalkan Balasan